Setiap muslim meyakini bahwa Muhammad bin Abdullah bin „Abdul
Muththalib bin Hasyim adalah Rasulullah sekaligus nabi akhir zaman. Mengenal
Rasulullah merupakan syarat kedua masuk agama Islam. Ia adalah makhluk yang
diciptakan oleh Allah untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Rasulullah SAW.
diutus kepada seluruh manusia dan jin, karena Nabi merupakan utusan terakhir,
maka pasti risalahnya itu untuk seluruh makhluk, tak akan ada risalah yang lain
lagi setelah yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.
Cinta kepada Rasulullah SAW adalah terus menerus mengingat
Rasulullah SAW. dan senantiasa merasakan kerinduan kepada beliau. Hakikat
cinta perasaan jiwa, emosi hati, sinar Ilahi, dan gejolak perasaan hati lebih
menguasai orang yang mencintai dari pada sosok yang dicintai.
Berbicara cinta kepada Rasulullah, memiliki banyak unsur pendorong
yang membuat orang mencintai kepada sosok yang dicintainya, ia merasakan
ketertarikan terhadapnya, memotivasinya untuk senantiasa memikirkan sosok
yang dicintainnya, merasakan kerinduan kepadannya, serta merasakan
kenyamanan saat mendengar nama dan cerita tentang sosok yang dicintainya,
cinta pun mendorong orang yang mencintai selalu ingin bertemu dan menemani
orang yang dicintainya, bahkan ingin selalu melakukan yang di perintahkan
seperti selalu bersholawat dan mebacakan syair-syair dalam kitab Al-Barzanji.
Sepanjang sejarah kehidupannya, Rasulullah mendedikasikan jiwa dan
raganya untuk berdakwah menyebarkan dan menegakkan agama Islam. Ia begitu
cinta dan peduli kepada umatnya, yakni orang-orang yang mempercayai dan
mengikutinya sebagai rasul utusan Allah. Di akhir hayatnya, Rasulullah hanya
memikirkan umatnya. Karena itu, sudah semestinya umatnya mencintai Nabi sedalam Nabi mencintainya. Cinta kepada Rasulullah hakikatnya merupakan cinta
kepada Allah.
Kegiatan Al-Barzanji merupakan kegiatan yang dilakukan oleh umat muslim,
baik dari kalangan masyarakat pedesaan maupun masyarakat kota. Tradisi AlBarzanji bukanlah hal yang baru, terbih kalangan nahdliyyin (sebutan kalangan
NU). Al-Barzanji tidak hanya dilakukan saat memperingati maulid nabi saja,
namun kerap juga diselenggarakan pada setiap malam jumat, pada acara
kelahiran, aqiqah dan potong rambut, pernikah,syukuran dan upacara lainnya.
Pembacaan Al-Barzanji seolah menjadi tradisi yang tidak biasa ditinggalakan
dalam setiap peringatan maulid nabi, pembacaannya dapat dilakukan dimana pun,
kapan pun dan dengan notasi apa pun, karena memang tidak ada peraturan atau
tata cara khusus.Sebagai umat nabi Muhammad saw, haruslah kita bershalawat
karna itu merupakan perintah Allah SWT. Allah memerintahkan Nabi untuk
mengatakan kepada orang Yahudi, jika mereka benar menaati Allah maka
hendaklah mereka mengakui kerasullan Nabi Muhammad SAW, yaitu dengan
melaksanakan segala yang terkandung dakam wahyu yang diturunkan Allah
kepadanya. Jika mereka telah berbuat demikia niscaya Allah akan meridhoinya dan memafkan segala kesalahan-kesalahan yang pernah mereka lakukan serta
mengampuni segala dosa-dosa. Mengikuti rosull dengan sungguh-sungguh baik
dalam itikad maupun amal saleh akan meghilangkan dampak maksiat dan kekejian
jiwa mereka serta menghapuskan kezaliman yang mereka kakukan sebelumnya.
mereka jika kita mencintai Allah maka kita juga harus mencintai nabi kita yaitu
Nabi Muhammad saw.
Perintah Allah swt kepada orang-orang yang beriman ini yang sebelumnya
menyatakan bahwa diri-Nya dan para malaikat bershalawat, adalah untuk
menggambarkan bahwa penghuni langit dari para malaikat mengagungkan Nabi
Muhammad SAW. Maka, hendaknya kaum muslimin yang merupakan penghuni
bumi mengagungkan beliau Nabi Muhammad SAW pula.

0 komentar:
Posting Komentar